Warta Sinar Indonesia Group – Mediatama Bintang Lima Group

Wisataria


Wisata Indonesia

Indonesia Tawarkan 20 Atraksi Wisata Bahari

Indonesia yang memiliki setidaknya 90 lebih objek kawasan wisata bahari menawarkan sebanyak 20 jenis atraksi berbasis marine pada program Visit Indonesia Year 2011.

Sebanyak 20 jenis atraksi yang ditawarkan dalam wisata bahari adalah 11 obyek berupa diving, 5 obyek untuk surfing, selancar angin 2 objek, dan sebanyak 2 objek lainnya mancing.


Wisata bahari di Indonesia didukung oleh 75.000 km2 laut dengan 81.000 km garis pantai. Di dalamnya terdapat setidaknya 950 spesies terumbu karang, 8.500 spesies ikan tropis, 555 spesies rumput laut, dan 18 spesies padang lamun.

Selain itu, fasilitas infratsruktur mendukung seperti tersedianya hotel atau penginapan yang layak. Di samping itu juga menjamin safety dan security pengunjung yang juga didukung sepenuhnya oleh kesiapan masyarakat sekitar kawasan wisata bahari.

Sebaran titik diving di Indonesia di antaranya di Pulau Bali, Selayar, Wakatobi, Banda, dan lain-lain. Sementara titik sebaran surfing di antaranya di Bali, Lombok, Labuhan, Mentawai, dan Pelabuhan Ratu. Sebaran lokasi selancar angin di antaranya di Kepulauan Natuna, Siberut, Enggano, Ujung Kulon, Karimun Jawa, dan Bali.

Sedangkan sebaran kawasan wisata memancing berada di sejumlah tempat seperti Pulau Krakatau, Manado, Pulau Roti, Pulau Banyak, dan lain-lain. Taman Wisata Bahari juga tersebar di berbagai tempat misalnya di Pulau Banda, Tanjung Keluang, Pulau Sangalaki, dan Pulau We.  Setiap tahun diselenggarakan even wisata bahari yaitu Toba Lake Festival dan Marintek.

Banyak potensi even yang dapat diselenggarakan pada 2010 – 2011 dan seterusnya di antaranya Game Fishing International, Sircuit Water Surfing, Lombok Phinisi, Loma Parasailing, dan Lomba Yacht.   >>(dari berbagai sumber)

WISATA MERAPI PASCA MELETUSNYA MERAPI

Tak bisa dipungkiri, meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta mempengaruhi angka kunjungan dan pendapatan Kota Yogyakarta. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang pikir dua kali untuk berlibur atau berkunjung ke Jogjakarta.

Tingkat kunjungan ke Jogjakarta menurun hingga 30 persen. Padahal, Kota Jogjakarta yang berjarak 35 kilometer dari Gunung Merapi dinyatakan aman untuk dikunjungi sebagai tujuan wisata.

“Tempat-tempat yang mengandalkan pariwisata menurun hingga 30 persen. Padahal Jogja itu tak terkena dampak langsung Merapi karena lokasinya jauh sekali, sekitar 35 kilometer,” tutur Bambang Priyatno Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta saat ditemui di sela-sela Pameran Pesona Potensi Jogja 2010 di Mal Bandung Indah Plaza (BIP) Jalan Merdeka.

Digelarnya acara pameran tersebut bertujuan untuk menarik wisatawan agar kembali datang dan mengunjungi Jogja, meski disebut Bambang, pameran semacam ini memang rutin digelar setiap tahunnya.

“Sebenarnya acara seperti ini sudah rutin dilakukan, tapi momen untuk mengangkat kembali wisata Jogja akibat dampak Merapi juga pas,” katanya.

Bambang mencontohkan, kawasan Malioboro yang biasanya ramai,  beberapa waktu lalu sempat sepi setelah meletusnya Merapi.

“Ya memang wajar saja, karena fokus masyarakat, media dan pemerintah saat itu adalah bagaimana mengirimkan bantuan. Jadi tak ada yang tertarik untuk jalan-jalan,” jelas Bambang.

Namun kini, Jogja menurut Bambang sudah mulai pulih pasca meletusnya Merapi. Zona bahaya yang ditetapkan saat ini disebut Bambang hanya 10 kilometer dari puncak Merapi.

“Jadi jangan takut ke Jogja. Jogja Insya Allah aman. Ayo datang dan berkunjung,” tutur Bambang.

Antusias pengunjung yang datang dalam acara pameran ini, disebut Bambang cukup bagus. Diharapkan itu akan membuka peluang untuk memperluas pasar dan menarik wisatawan. (sumber : detikbandung)

Foto Wisata Gunung Merapi Pasca Meletus

Pascaerupsi Gunung Merapi, ratusan warga kini ramai mengunjungi daerah yang terkena dampak letusan. Seperti yang terlihat di Kali Gendol, Dusun Banjar Sari, Glagaharjo, Cangkringan, Minggu 12 Desember 2010. Pengunjung berbondong-bondong melihat dampak letusan Gunung Merapi di Dusun Banjar Sari, Glagaharjo, Cangkringan, sambil mengajak keluarganya. (Konithea).

Para pengunjung berjalan menuju Kali Gendol. (Konithea).

Di tengah Kali Gendol tampak bekas pengerukan untuk mencegah luapan lahar dingin masuk ke perkampungan saat hujan. (Konithea).

Para pengunjung melihat-lihat timbunan material letusan Gunung Merapi yang memenuhi Kali Gendol. (Konithea).

Timbunan material letusan Gunung Merapi memenuhi Kali Gendol. (Konithea).

semua sumber foto diatas di ambil dari : motivasi259.blogspot.com

KARISMA JOGJAKARTA DI MATA WISATA PANTAI

PANTAI PARANGTRITIS : Komplek Parangtritis sejak dulu sudah terkenal, tidak saja sebagai tempat rekreasi pantai yang memiliki hamparan pasir luas, tetapi juga terkenal sebagai tempat yang memiliki berbagai peninggalan sejarah. Komplek Parangtritis terdiri dari Pantai Parangtritis, Parangkusumo dan dataran tinggi Gembirowati.

Konon asal mula Parangtritis di ambil dari keadaan alam yang terdiri dari batu-batu karang dimana dari atas salah satu tempat di tebing pegunungan yang terdiri dari batuan kapur, yang selalu meneteskan air kebawah, menyerupai tritis. Karena air tersebut mengandung zat kapur , maka batu-batu karang makin bertambahn besar .

Terbentuklah kolam dengan air yang sangat jernih, yang saat ini telah dibangun sebuah kolam renang yang cukup bagus. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Di kompleks ini juga terdapat beberapa obyek lain yang menarik untuk dilihat. Kompleks wisata ini dapat dicapai melalui dua jalur. Jalur pertama lewat jembatan Kretek, yang kedua lewat Imogiri dan Siluk.

PANTAI KRAKAL : Pantai Krakal dapat dicapai melalui jalan sepanjang 6 km dari kawasan pantai Kukup, sehingga pantai Krakal merupakan mata rantai perjalanan setelah mengunjungi pantai Baron dan Kukup.

Pantai Krakal merupakan pantai yang paling indah, diantara seluruh hamparan pantai di sepanjang pulau jawa, pantai ini akan dibangun menjadi kawasan pantai dan perkampungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, semacam tourist resort Nusa Dua di pulau Bali. Pantai Krakal, bentuknya landai, berpasir putih, terhampar sepanjang lebih dari 5 km. Pantai ini menerima panas matahari dari pagi hingga petang hari sepanjang tahun. Angin laut yang terhembus sangat sejuk, ombaknya cukup besar.

PANTAI BARON DAN KUKUP : Pantai ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Untuk mencapai, terlebih dahulu kita harus mencapai kota Wonosari . Ibukota Kabupaten Gunung kidul yang terletak lebih kurang 40 km dari kota Yogyakarta, Prasarana jalan yang menuju ke kota Wonosari ini cukup baik, jalan berkelok-kelok naik turun melintasi beberapa daerah yang indah pemandangannya.

Jarak Kota Wonosari dengan pantai Baron kurang lebih 20 km, dengan dipenuhi oleh pohon kelapa. Teluk ini merupakan muara dari aliran sungai dibawah batu karang yang airnya cukup jernih. Ombak pantai Baron agak besar, tetapi para pengunjung masih dapat berenang-renang di pantai ini samapi batas yang diperkenankan, yang di tanda dengan rentangan kawat yang membentang sepanjang diatas teluk itu.

Berwisata ke pantai Kukup, merupakan mata rantai dari kunjungan rekreasi ke pantai Baron , sebab jarak diantara kedua pantai tersebut lebih kurang hanya 1 km saja , bilamana pantai Baron berpasir hitam, maka pasir pantai Kukup ini lain keadaannya, yakni berpasir putih kekuning-kuningan. Goa-gua karang yang teduh, serta ikan hias air laut banyak didapati didaerah ini dan sangat memikat para wisatawan untuk melihat laut Indonesia yang sangat mempesona.

sumber : forumdetik.com

Obyek Wisata di Kupang Diserbu Pengunjung

Sejumlah objek wisata di Kupang seperti Pantai Lasiana dan objek wisata alam Baumata, diserbu pengunjung pada Lebaran kedua (H2) Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah.

Pantauan ANTARA Sabtu, para pengunjung baik yang menggunakan kendaraan terbuka, sepeda motor maupun kendaraan pribadi mulai berdatangan ke lokasi tersebut sejak pagi.

Para pengunjung yang umumnya datang dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, memilih dua objek wisata tersebut untuk melepas lelah bersama keluarga mengisi liburan lebaran.  Seperti disaksikan, sekitar 300 lebih pengunjung memadati pantai berpasir putih Lasiana sejak pukul 10:00 Wita hingga pukul 17:00 Wita.

Nurzamina (28), salah seorang pengunjung di Pantai Lasiana mengatakan, dirinya bersama keluarga berkunjung ke objek wisata tersebut untuk berekreasi mengisi liburan Lebaran.

Ia mengatakan tahun ini kami memutuskan untuk tidak mudik Lebaran, sehingga memilih menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi keluarga di Kupang dan berekreasi ke tempat-tempat wisata yang ada.

“Jenuh juga tinggal terus di rumah. Mumpung hari libur, saya bersama keluarga ingin melepas lelah sekaligus menikmati pemandangan alam pantai di Lasiana ini,” katanya.

Hal serupa dikemukakan Zaenab (26), warga perumahan BTN Kolhua di wilayah Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

“Kami sekeluarga memutuskan untuk tidak mudik lebaran ke kampung halaman di Pamekasan, Jawa Timur dan hanya melakukan kunjungan ke tempat wisata. Dan kebetulan obyek wisata Lasiana lebih dekat dan mudah untuk menjagkaunya,” katanya.

Khusus untuk warga dalam Kota Kupang, menjangkau obyek wisata Lasiana, hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit, karena jaraknya hanya sekitar 12 km dari pusat kota.

Pengelola obyek wisata Pantai Lasiana, Daud Umbu Kaleka, mengatakan, selama masa liburan Lebaran, objek wisata Pantai Lasiana mengalami peningkatan pengunjung, jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada hari biasa tidak, selama ini.

“Pada hari pertama dan kedua Idul Fitri obyek wisata ini diserbu pengunjung. Akibatnya, terjadi lonjakan pengunjung pada dua hari belakangan ini,” katanya. Ia mengatakan, jika hari biasa pengunjung obyek wisata Pantai Lasiana ini berkisar hanya 50-100 orang. Dalam dua hari belakangan ini terutama pada (H1), puncak dan (H2) Lebaran terjadi lonjakan pengunjung antara 200-300 orang.

Umbu Kaleka menambahkan, sebelum obyek wisata ini di renovasi pertengahan tahun lalu, objek wisata pantai ini sepi pengunjung. Namun, setelah diperbaiki, para pengunjung terus mengalir ke objek wisata ini, terutama pada hari Minggu atau hari libur.

sumber : antaranews

Unik Warga Bekasi Berwisata ke Ancol Naik Kereta

Masyarakat yang tinggal di wilayah Bekasi menghabiskan waktu libur Lebaran dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di Jakarta. Salah satunya kawasan Pantai Ancol di Jakarta Utara masih menjadi tempat favorit untuk berlibur bersama keluarga.

Dalam kaitan itu, kemudahan diperoleh warga Bekasi karena mereka bisa naik kereta Bekasi-Ancol yang diselenggarakan PT Kereta Api bekerja sama dengan PT Taman Impian Jaya Ancol. Pada musim liburan ini, di Stasiun Bekasi tersedia rangkaian kereta api untuk warga Bekasi yang akan berlibur ke Ancol.

Hasil pantauan Suara Karya di Stasiun Bekasi, jumlah penumpang hingga H+3 Lebaran untuk keberangkatan menuju Jakarta Kota masih cukup tinggi, terutama jurusan Bekasi-Ancol diperkirakan hingga 400-500 orang. Waktu keberangkatan yang hanya sekali ini dimulai pukul 08.25 WIB dan kembali ke Bekasi pukul 16.25 WIB dari Stasiun Ancol. Menurut data pihak Stasiun Bekasi, hari Minggu lalu jumlah penumpang yang pergi ke pantai utara Jakarta diperkirakan hingga 200 orang. “Sejak kami buka jurusan ini mulai dari tanggal 11, 12, hingga 13 September 2010, jumlah penumpang di hari Minggu mengalami kenaikan dari hari sebelumnya,” kata Kusuma Ningrum, junior supervisor yang sedang bertugas. Kereta jurusan Bekasi-Ancol merupakan kereta ekspres menuju Kota Jakarta sehingga untuk harga tiket sekali berangkat, penumpang dikenai biaya Rp 9.000 per orang. Banyak penumpang Bekasi mengambil tiket pulang pergi dengan alasan tidak perlu repot mengantre tiket lagi saat di Stasiun Ancol. Selain itu, tiket kereta ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga masuk ke dalam Ancol.Beberapa warga Bekasi yang ditemui Suara Karya menyambut antusias adanya pelayanan kereta api Bekasi-Ancol ini. Pelayanan ini membuat transportasi dari Bekasi ke Ancol menjadi mudah dan relatif terjangkau biayanya. Tidak mengherankan jika ada yang mengajak seluruh keluarganya pergi ke Pantai Ancol dengan menggunakan kereta api khusus ini.“Saya beserta istri dan keempat anak saya setiap tahun menghabiskan waktu libur Lebaran pergi ke tempat wisata khususnya Pantai Ancol. Dikarenakan anak-anak suka berenang, makanya Ancol ini tempat favorit keluarga kami, dan mudah dijangkau jika menggunakan kereta api khusus dari Stasiun Bekasi,” kata Iwan yang sudah 20 tahun tinggal di Bekasi.

Hal senada diutarakan Mardika. “Banyak tempat wisata. Tapi, yang paling menyenangkan memang ke Ancol. Anak-anak saya pasti senang sekali bila diajak ke Ancol. Adanya kereta api ini sangat membantu kami,” katanya.sumber : (*./ suara karya/Suharyanto)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: