Warta Sinar Indonesia Group – Mediatama Bintang Lima Group

Wanita & Kecantikan


Profil & Sepak Terjang Wanita Indonesia

Ani Yudhoyono, Teladan Yang Meneladani Ibundanya

Bagi rakyat Indonesia, terutama kaum perempuan, Ibu Negara Ani Yudhoyono adalah teladan yang pantas dan layak diikuti baik dari sikap, tutur kata serta pemikiran dan kepeduliannya terhadap masyarakat.

Sikap ramah dan tutur kata yang lembut menjadikan dirinya sebagai Ibu Negara yang disayangi dan dibanggakan. Begitu pula pemikiran dan kepedulian terhadap masyarakat yang dituangkannya dalam berbagai program seperti Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau dan Indonesia Kreatif.

Sikap dan tanggung jawab sebagai Ibu Negara ini ternyata terbentuk dari kekaguman Ani Yudhoyono terhadap ibundanya Sunarti Sri Hadiyah terutama dalam membangun keluarga dan membesarkan serta mendidik kedua putranya.

Dalam wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA pekan lalu di Istana Negara Jakarta, Ibu Negara yang bernama lengkap Kristiani Herrawati dengan penuh senyum menceritakan ketegaran Ibundanya dalam mengurus dan mendidik tujuh orang anak.

“Jadi tentu saja saya melihat ketegaran seorang ibu, kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu baik kepada suaminya, putra-putrinya. Itu yang menjadi panutan saya,” kata putri ketiga pasangan suami istri Letnan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo (Alm) dan Hj. Sunarti Sri Hadiyah ini.

Ani Yudhoyono, yang juga kerap disapa Ibu Ani, masih sangat berkesan dengan sikap Ibundanya dalam mengajari putra-putrinya untuk bersopan santun, patuh kepada orang tua, menata rumah tangga serta mengajari masak memasak.

“Bagaimana seorang ibu pada waktu itu menunggui putra-putrinya belajar. Jadi orang tua pada waktu itu tidak hanya menuntut bahwa kamu harus nilainya baik, tapi ibu menunggui kami bagaimana pelajarannya sudah dikerjakan atau belum. Itu adalah tugas dari ibu. Jadi inilah yang saya adopsi. Saya belajar tidak jauh kemana-mana dari ibu saya sendiri,” katanya.

Kristiani Herrawati yang lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952 menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juli 1976. Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik Akademi Militer, di Magelang.

Mengacu kepada perjuangan dan ketegaran Ibundanya, Ani Yudhoyono membangun rumah tangga dan keluarganya dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab, baik sebagai istri dan ibu dua orang putra.

“Saya kira memang seorang ibu atau istri mempunyai peran yang sebetulnya cukup banyak. Akan tetapi ini sama dengan keluarga-keluarga lain, ibu-ibu yang lain. Kalau seorang istri itu tentu saja mempunyai multi peran, adakala dia harus tampil sebagai pendamping suami, adakala dia harus tampil sebagai ibu dari anak-anak, kemudian dia juga sebagai anggota dari masyarakat. Itu juga harus dia perankan,” katanya.

Dalam mengatur keluarga, Ibu Ani juga berbagi tugas dengan Pak SBY, sapaan akrab Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka berdua terikat dalam suatu komitmen yang kuat untuk menciptakan keluarga harmonis.

“Itu juga menuntut peran dari semua anggota keluarga, bukan hanya istri yang harus menciptakan keharmonisan dalam keluarga, tidak, tapi suami, anak-anak harus ikut dalam peran itu sehingga betul-betul akan tercipta. Dan tentu saja dalam keluarga harus ada saling sayang menyayangi, caring and sharing, saling memperhatikan, saling tolong-menolong sehingga bisa tercipta suatu kondisi yang amat baik. Nah itu yang menurut saya yang harus diperhatikan,” kata Ibu Ani.

Sementara mengenai kiatnya dalam mengasuh dan mendidik dua putranya yaitu, Kapten Inf Agus Harimurti Yudhoyono, yang menikah dengan Annisa Larasati Pohan tahun 2005, dan Edhie Baskoro Yudhoyono, ia mengatakan, selalu memperhatikan pendidikan kedua anaknya dengan sangat sungguh-sungguh.

“Tetapi sebetulnya saya keep in touch dalam pendidikan anak. Saya dan bapak. Dan terutama adalah ibu rumah tangga atau saya sendiri. Pada waktu mereka masih kecil saya memberikan tentu saja perhatian, kasih sayang kepada anak-anak. Jadi tentu saja perhatian saya sangat penuh kepada anak-anak, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkreativitas menyampaikan kreativitasnya seperti apa,” katanya.

Dalam keluarga, Ibu Negara dan Presiden SBY juga selalu berusaha memberikan kesempatan pada kedua putranya untuk menyampaikan apa keinginan mereka.

“Jadi sekarang satu menjadi seorang militer, itu pun merupakan pilihannya sendiri. Kita hanya mendorongnya dan satu lagi terjun ke dunia politik. Ya itu juga pilihannya sendiri, kita hanya mendorong dan memberikan semacam dorongan dan fasilitas yang diperlukan anak-anak,” katanya.

Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih dikenal dengan Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah Ibu Negara keenam Republik Indonesia sejak suaminya Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat pada 20 Oktober 2004.

Sempat menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga memutuskan meninggalkan sekolah dan menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 1976. Tetapi dengan semangat It`s never too late to learn“, Ibu Ani melanjutkan kuliahnya di Universitas Merdeka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik di tahun 1998. (sumber : antaranews)

Martha Christina Si Pemberani dari Timur

Perempuan pada masa prakemerdekaan kerap dipersamakan dengan dapur dan mengurus anak.  Namun, Martha Christina Tiahahu, perempuan pejuang Maluku, membuktikan bahwa tidak selamanya kaum wanita hanya bisa bekerja di dapur dan mengurus anak. Ia adalah sedikit dari perempuan Indonesia yang dalam hidupnya berperan sejajar dengan kaum pria, bahkan dalam urusan membela bangsa dan negara.

Martha Christina Tiahahu, lahir pada 1800, di suatu desa bernama Abubu di Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Ia lahir dari keluarga Tiahahu dari kelompok Soa Uluputi. Soa dalam bahasa Maluku berarti ‘kelompok yang membagi masyarakat berdasarkan marganya sebagai identitas asal-usul keluarga’.

Martha adalah wanita pemberani yang mengangkat tombak untuk melawan Belanda. Seperti yang dituturkan oleh ahli warisnya, Merry Lekahena (58), berdasarkan kisah turun-temurun yang diceritakan oleh orangtuanya, Martha dibesarkan oleh ayahnya yang merupakan seorang pemimpin perang karena ibunya meninggal saat ia masih belia.

Martha kecil terkenal berkemauan keras dan pemberani. Ia selalu mengikuti ke mana pun ayahnya pergi, termasuk menghadiri rapat perencanaan perang, sehingga dirinya terbiasa turut mengatur pertempuran dan membuat kubu-kubu pertahanan.

“Kemampuan, sikap keras kepala, dan tekad yang kuat yang membuatnya sejajar dengan laki-laki. Ia bahkan tidak mau meminta pengampunan Belanda terhadap ayahnya meskipun ia sedih sekali,” kata Lekahena.

Martha Chistina dan ayahnya, Paulus Tiahahu, bersama-sama dengan Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura berhasil menggempur kependudukan tentara kolonial yang bercokol di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

“Mereka berhasil membumihanguskan Benteng Duurstede,” ujar Lekahena menjelaskan.

Namun, dalam pertempuran sengit di Desa Ouw-Ullath, sebelah Tenggara Pulau Saparua pasukan rakyat kalah akibat ketidak seimbangan persenjataan, tipu muslihat penjajah dan adanya penghianatan.

Banyak pejuang yang ditawan dan harus menjalani berbagai hukuman, salah satunya adalah ayahandanya yang dihukum tembak mati. Meski demikian, Martha Christina terus bergerilya bersama tentara rakyat yang tersisa dan akhirnya ia pun tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa. Menjadi tawanan tidak membuatnya jera, ia tetap bersikap keras kepala dengan melakukan aksi mogok makan dan jatuh sakit.

Martha Christina menemui ajalnya di atas kapal perang Eversten milik Belanda dan jasadnya diluncurkan di Laut Banda dengan penghormatan militer pada 2 Januari 1818.

Pahlawan Nasional

Kendati berjuang menggempur musuh bersama pasukan ayahnya, Martha Christina yang memulai perang pertamanya ketika berusia 17 tahun dan hanya mengandalkan sebatang tombak itu tetap bergaya layaknya perempuan dengan rambut terurai serta ikat kepala berwarna merah.

Tidak hanya gagah berani, Srikandi Maluku itu juga memberi semangat kepada para wanita di sejumlah desa di Maluku agar ikut angkat senjata bersama kaum pria melawan kependudukan tentara kolonial.

Untuk menghargai jasa-jasa dan pengorbanannya, oleh Pemerintah Republik Indonesia, Martha Christina Tiahahu dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan tanggal 2 Januari menjadi Hari Martha Christina.

Monumennya pun dibangun menghadap ke laut Banda di desa kelahirannya yang diresmikan oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada 2 Januari 2008 dalam peringatan Hari Martha Christina yang ke-190 tahun.

Sedangkan di Ambon, monumen Martha Christina tegar berdiri dengan sebatang tombak di tangan Bukit Karang Panjang menghadap ke Teluk Ambon, seakan-akan menyiratkan tekadnya menjaga keutuhan Maluku sebagai daerah kaya berbagai potensi sumber daya alam sebagai bagian kekuatan masa depan untuk kesejahteraan masyarakat.

sumber : kompas / Syarivah Alaidrus

Siti Fadilah, Kuatkan Prinsip Untuk Kebenaran

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 6 November 1949; umur 60 tahun) adalah seorang dosen dan ahli jantungyang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia merupakan salah satu dari empat perempuan yang menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, selain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Ia bekerja sebagai staf pengajar kardiologi Universitas Indonesia. Setelah itu, selama 25 tahun, ia menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Pada tanggal 20 Oktober 2004, Siti Fadilah dipilih oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, karena presiden menginginkan orang yang tegas dalam memimpin Departemen Kesehatan.Ia dilantik menjadi Menteri pada 21 Oktober 2004.

Pada tahun 2007, ia menulis buku berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung konspirasi Amerika Serikat dan organisasi WHO dalam mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung. Buku ini menuai protes dari petinggi WHO dan Amerika Serikat.

Ia menikah dengan Ir. Muhamad Supari dan memiliki 3 orang anak.

Pendidikan Pormal & Non Pormal

Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1972. Pada 1987, ia menerima gelar master (S-2) untuk penyakit jantung dan pembuluh darah dari Universitas Indonesia pada 1987. Pada 1996, ia menerima gelar doktor (S-3) dari Universitas Indonesia.

Pada 1993, ia kursus Kardiologi Molekuler di Heart House Washington DC, Maryland Amerika Serikat, dan kursus Epidemiologi di Fakultas Universitas Indonesia (1997). Pada 1998, ia kursus Preventive Cardiology di Goteborg Swedia dan peneliti di Bowman Grey Comparative Medicine (Universitas Wake Forest, Amerika Serikat).

Karier

Sebelum menjadi menteri, Ia tampil sebagai dosen tamu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dosen tamu di Pasca Sarjana Jurusan Epidemiologi Universitas Indonesia dan pengajar Departemen Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional Harapan Kita/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan staf pengajar kardiologi Universitas Indonesia.

Siti Fadilah telah menjabat menjadi ahli jantung Rumah Sakit Jantung Harapan Kita selama 25 tahun. Ia juga menjadi Kepala Unit Penelitian Yayasan Jantung Indonesia dan Kepala Pusat Penelitian Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Menjadi menteri kesehatan, Pada 20 Oktober 2004, ia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memimpin Departemen Kesehatan. Ia mengaku terkejut karena ditunjuk menjadi menteri. Serah terima jabatan menkes dari Achmad Sujudi ke Siti Fadilah dilakukan di Jakarta, 21 Oktober 2004. Film kaleidoskop Departemen Kesehatan tahun 1999-2004 diputar pada acara tersebut. Selain itu, Achmad Sujudi juga menyerahkan 32 buku yang berisi kegiatan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang dihasilkan serta memori jabatan yang diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan selanjutnya.

Ia mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada November 2006karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lalu dijual ke negara-negara berkembang, dengan Amerika Serikat mendapat keuntungan dan Indonesia tidak mendapat apa-apa.Ia juga takut bahwa vaksin itu akan digunakan untuk senjata biologi.Setelah itu, ia berusaha mengembalikan hak Indonesia.

Pada 28 Maret 2007, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan WHO untuk memulai pengiriman virus dengan cara baru untuk memberikan akses vaksin terhadap negara berkembang.Siti Fadilah mengkonfirmasi pada tanggal 15 Mei 2007 bahwa Indonesia kembali mengirimkan sampel H5N1 ke laboratorium WHO.

Pada Maret 2007, ia menuding Askes tidak menyalurkan klaim rumah sakit sesuai dengan permintaan dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat. Pada tanggal 6 Januari 2008, Siti Fadilah merilis buku Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung yang berisi mengenai konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan “senjata biologis” dengan menggunakan virus flu burung. Bukunya dianggap membongkar konspirasi WHO dan ASSiti Fadilah “membuka kedok” World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut.

Buku ini menuai protes dari petinggi-petinggi WHO dan AS. Buku edisi Bahasa Inggris ditarik dari peredaran untuk dilakukan revisi, sedangkan buku edisi Bahasa Indonesia masih beredar dan memasuki cetakan ke-4. Berikut adalah sebagian kutipan dari apa yang tertulis di buku tersebut.


Namun ironisnya pembuat vaksin adalah perusahaan yang ada di negara-negara industri, negara maju, negara kaya yang tidak mempunyai kasus flu burung pada manusia. Dan kemudian vaksin itu dijual ke seluruh dunia juga akan dijual ke negara kita. Tetapi tanpa sepengetahuan apalagi kompensasi untuk si pengirim virus, yaitu saudara kita yang ada di Vietnam.
Mengapa begini? Jiwa kedaulatan saya terusik. Seolah saya melihat ke belakang, ada bayang-bayang penjajah dengan semena-mena merampas padi yang menguning, karena kita hanya bisa menumbuk padi menggunakan lesung, sedangkan sang penjajah punya mesin sleyp padi yang modern. Seolah saya melihat penjajah menyedot minyak bumi di Tanah Air kita seenaknya, karena kita tidak menguasai teknologi dan tidak memiliki uang untuk mengolahnya. Inikah yang disebut neo-kolonialisme yang diramal oleh Bung Karno 50 tahun yang lalu? Ketidak-berdayaan suatu bangsa menjadi sumber keuntungan bangsa yang lain? Demikian jugakah pengiriman virus influenza di WHO yang sudah berlangsung selama 50 tahun, dengan dalih oleh karena adanya GISN (Global Influenza Surveillance Network). Saya tidak mengerti siapa yang mendirikan GISN yang sangat berkuasa tersebut sehingga negara-negara penderita Flu Burung tampak tidak berdaya menjalani ketentuan yang digariskan oleh WHO melalui GISN dan harus patuh meskipun ada ketidak-adilan?

Pada Mei 2008, ia menjamin bahwa Indonesia dapat memproduksi vaksin flu burung sendiri.Ia juga menyatakan bahwa industri vaksin Indonesia setara dengan Republik Rakyat Cina.

Pada Selasa, 12 Mei 2009, ia meminta disampaikan secara khusus agar penerimaan mahasiswa asing untuk bidang kedokteran dihentikan secara bertahap kepada petinggi Universitas Padjadjaran, Bandung, dihadapan para wartawan, saat berkunjung ke Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Alasannya, masih banyak orang Indonesia yang ingin jadi dokter, serta fasilitas rumah sakit yang dipakai untuk praktek mahasiswa kedokteran asing dibiayai oleh uang rakyat tapi dipakai calon dokter dari Malaysia.

Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Metro TV, membuat acara talkshow yang bernama Bincang Bincang Bareng Bu Menkes yang kerap disingkat B4M. Acara ini kerap tayang setiap minggu malam, dan berperan sebagai co-host adalah Denny Chandra dan Kelik.

Penghargaan

Penghargaan yang pernah diterima antara lain:

  • 1987, The Best Investigator Award dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • 1988, Best Young Investigator Award dalam Kongres Kardiologi di Manila, Filipina.
  • 1994, The Best Investigator Award pada Konferensi Ilmiah tentang Omega 3 di Texas, Amerika Serikat.
  • 1997, Anthony Mason Award dari Universitas South Wales.
  • Selain itu ia menerima pula beberapa penghargaan dari Amerika dan Australia. Tak kurang dari 150 karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam jurnal lokal, regional, dan internasional.

Sumber : wikipedia.org

Kisah nyata

Wanita Terkejam Di Dunia , Elizabeth Bathor

Sepanjang sejarah umat manusia tercatat nama elizabeth bathory, yaitu seorang pembunuh berantai yang memecahkan rekor pembunuhan sepanjang sejarah yaitu 650 kasus pembunuhan, elizabeth bathory ini juga merupakan wanita yang mengikuti aliran setan, yang percaya bahwa dengan mandi darah perawan akan bisa membuat awet muda.. ingin tahu lebih lanjut kisah tetang Elizabeth Bathory – Wanita Terkejam sepanjang sejarah?

Elizabeth Bathory, merupakan seorang pembunuh berantai terbesar dalam sejarah, tercatat kurang lebih 650 nyawa manusia melayang sia-sia ditangannya. Ini adalah pencapaian rekor kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang individu dengan memakan korban tertinggi sepanjang sejarah umat manusia.

Kakek buyut Elizabeth Bathory adalah Prince Stephen Bathory yang merupakan salah satu Ksatria yang memimpin pasukan Vlad Darcul ketika dia merebut kembali kekuasaan di Walachia se-abad sebelumnya. Orang tua Elizabeth, Georges dan Anna adalah bangsawan kaya raya dan merupakan salah satu keluarga ningrat paling kaya di Hungaria saat itu. Keluarga besarnya juga terdiri dari orang2 terpandang. Salah satu sepupunya adalah perdana menteri di Hungaria, seorang lagi adalah Kardinal.

Bahkan pamannya, Stepehen kemudian menjadi Raja Polandia. Namun keluarga Bathory memiliki ‘sisi’ lainnya yang lebih ‘gelap’ selain segala kekayaan dan popularitasnya. Disebutkan bahwa salah satu pamannya yang lain adalah seorang Satanis dan penganut Paganisme sementara seorang sepupunya yang lain memiliki kelainan jiwa dan gemar melakukan kejahatan sexual.

Di thn 157 M, di usia 15 tahun Elizabeth menikah dengan Count Ferencz Nadasdy yang 10 thn lebih tua darinya. Karena suaminya berasal dari ningrat yang lebih rendah, maka Count Ferencz Nadasdy menggunakan nama Bathory dibelakangnya.

Dengan demikian Elizabeth bisa tetap menggunakan nama keluarganya yaitu Bathory dan tidak menjadi Nadasdy. Kedua pasangan tersebut kemudian tinggal di Kastil Csejthe, yang merupakan sebuah kastil di atas pegunungan dengan desa Csejhte di lembah dibawahnya.

Suaminya jarang mendampingi Elizabeth karena Count Ferencz lebih sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani (Ottoman).  Ferencz kemudian menjadi terkenal karena keberaniannya di medan pertempuran, bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan julukan ‘Black Hero of Hungary’.

Elizabeth yang masih muda tentu senantiasa merasa kesepian karena selalu ditinggal sang suami. Disebutkan dia memiliki kebiasaan mengagumi kecantikannya dan kemudian memiliki banyak kekasih gelap yang melayaninya selama sang suami tidak berada di tempat.  Elizabeth bahkan pernah melarikan diri bersama kekasih gelapnya namun kemudian kembali lagi dan suaminya memaafkannya.

Tapi hal tersebut tidak mengurangi ketagihan Elizabeth akan kepuasan seksual.  Disebutkan juga Elizabeth menjadi seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan bibinya, Countess Klara Bathory

https://i0.wp.com/i186.photobucket.com/albums/x65/darkmaiden_2007/elizabeth_bathory.jpg

Elizabeth kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh salah seorang pelayan terdekatnya yang bernama Dorothea Szentes yang biasa disebut Dorka. Karena pengaruh Dorka, Bathory mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan2 lainnya yang masih muda.

Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekatnya yaitu : suster Iloona Joo, pelayan pria Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth.  Bersama para kru S&M-nya, Elizabeth merubah kastil Csejthe menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual.

Para gadis2 muda yang jadi pelayannya disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan seperti diikat, ditelanjangi lalu dicambuk dan juga menggunakan berbagai alat untuk menyakiti bagian-bagian tubuh yang lain.

Tahun 1600 M, suaminya Ferencz meninggal dan era teror sesungguhnya dimulai. Memasuki usia 40 tahunan Elizabeth menyadari bahwa kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda2 penuaan dan keriput yg sebenarnya lumrah di usia tsb. Tapi Elizabeth adalah pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan dia akan melakukan apa saja demi mempertahankan kecantikannya.

Suatu saat dengan tidak sengaja seorang pelayaan wanita yg sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras.
Elizabeth yang marah kemudian menampar gadis malang tersebut. Darah memancar dari hidung gadis tersebut dan mengenai telapak tangan Elizabeth. Saat itu Elizabeth disebutkan menduga dan percaya bahwa darah gadis muda yang disiksanya memancarkan cahaya keperawanan.

https://i2.wp.com/www.clubedosimortais.blogger.com.br/Elizabeth_Bathory_by_cyanineblu.jpg

Serta merta dia memerintahkan dua orang pelayannya , Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis itu, menarik tangganya keatas bak mandi dan memotong urat nadinya. Ketika si gadis meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera masuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah sang gadis.

Dia menemukan apa yg diyakininya sebagai ‘Rahasia Awet Muda’. Ketika semua pelayan mudanya sudah pada mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk menjadi pelayan di Kastilnya. Nasib mereka semuanya sama, diikat diatas bak mandi kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi.

Elizabeth seringkali berendam didalam kolam darah sambil menyaksikan gadis yg jadi korbannya sekarat meneteskan darah hingga tewas. Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tsb untuk mendapatkan ‘INNERBEAUTY’. Lama kelamaan Elizabeth merasa bahwa darah para gadis desa tsb masih kurang baginya.

Demi mendapat darah yg lebih ‘berkualitas’, Elizabeth kemudian mengincar darah para gadis bangsawan rendahan. Dia kemudian melakukan banyak penculikan thd gadis-gadis bangsawan untuk dijadikan korbannya. Namun hal tersebut justru menjadi bumerang baginya karena hilangnya gadis-gadis bangsawan dengan cepat mendapatkan perhatian dikalangan bangsawan, orang-orang berpengaruh hingga Raja sendiri.

Tanggal 30 Desember 1610 M, sepasukan tentara dibawah pimpinan sepupu Elizabeth sendiri, menyerbu Kastil Csejthe di malam hari. Mereka semua terkejut melihat pemandangan yang mengerikan yang mereka temukan didalam kastil tempat Elizabeth tinggal. Ditemukan mayat seorang gadis yang pucat kehabisan darah tergeletak di atas meja makan, seorang gadis lainnya yang masih hidup dalam keadaan sekarat terikat ditiang dengan kedua urat nadinya disayat hingga meneteskan darah. Sedangkan dibagian penjara ditemukan belasan gadis yang sedang di tahan menunggu giliran di bunuh. Di ruang basement ditemukan lebih dari 50 mayat yang sebagian besar sudah mulai membusuk.

Selama pengadilan atas Elizabeth Bathory di tahun 1611 sekurangnya 650 daftar nama korban-korbannya didapat berdasarkan laporan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga petani hingga keluarga bangsawan. Elizabeth sendiri tidak pernah didatangkan di pengadilan untuk diadili secara langsung.

Hanya ke 4 pelayannya yang diadili dan kemudian dihukum mati. Namun Elizabeth mendapatkan hukumannya juga. Raja Hungaria memerintahkan Elizabeth dikurung dalam kamarnya di Kastil Csejthe selama sisa hidupnya. Para pekerja kemudian dikerahkan untuk menutup semua pintu dan jendela ruang kamar Elizabeth dengan tembok dengan hanya menyisakan lubang kecil yang digunakan untuk memasukan makanan dan minuman sehari-hari untuknya.

Tahun 1614 M, atau 4 tahun setelah Elizabeth di-isolasi dengan tembok dikamarnya sendiri, seorang penjaga melihat makanan yg disajikan untuk Elizabeth tidak disentuh selama seharian. Penjaga itu kemudian mengintip kedalam dan melihat sang Countess tertelungkup dengan wajah di lantai. Elizabeth Bathory ‘The Blood Countess’ meninggal di usia54 tahun. Bahkan Vlad Dracul tidak pernah berkubang dalam darah atau meminum darah. Oleh sebab itu julukan ‘Vampir’ sebenarnya lebih cocok ditujukan kepada Elizabeth Bathory.

sumber : kang-adek.blogspot.com/b6610cfs.wordpress.com

Artikel Wanita Indonesia

Menuju Profil Wanita Sejati

Oleh: Dr. M. Idris Abdus Shomad

Wanita adalah denyut nadi kehidupan. Berbicara tentang wanita berarti juga membicarakan kehidupan itu sendiri secara keseluruhan “al mar‘atu ‘imadu‘l bilad” (wanita itu tiang negara). Bila baik wanita, baik pula kondisi negara tersebut. Dalam ajaran Islam terdapat bagian yang mengatur perihidup wanita, agar mereka yang pada dasarnya telah mendapat tempat mulia itu, menjadi wanita islam yang sejati. Wanita islam itu wanita yang tak keluar dari rel fisabilillah.

Wanita seperti itu terbentuk dari potensi fitrah yang ruhaniyah, fikriyah, dan jasadiyahnya tunduk pada aturan Allah dan RasulNya dan bisa menjalankan peranannya (menyangkut haq dan kewajiban) dengan baik dan benar, sehingga Allah ridha atasnya.

Seperti telah disinggung di atas, dalam pandangan Islam wanita yang baik adalah wanita yang seoptimal mungkin menurut konsep al-qur’an dan assunnah. Ia wanita yang mampu menyelaraskan fungsi, haq dan kewajibannya:

– Seorang hamba Allah (Qs.9:71)

– Seorang istri ( Qs.4:34)

– Seorang ibu ( Qs.2:233)

– Warga masyarakat (Qs.25:33)

– Da’iyah (Qs.3:104-110)

Sekilas Profil Muslimah di Zaman Rasulullah SAW

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas, sejumlah nama sahabiyah di balik kecemerlangan dan kejayaan islam. Khadijah binti Khuwalid, Fathimah Az-Zahra, Aisyah dan lainlainnya.

Mereka wanita islam yang telah teruji sebagai individu yang bertaqwa kepada Allah, menjunjung tinggi risalah yang dibawa Rasulullah. Mereka muslimah dengan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama manusia dan sesama makhluk Allah. Merekalah sosok istri yang benar-benar bisa mendukung dan membahagiakan suami mereka di jalan Allah. Merekalah ummahat yang berhasil dalam tarbiyatul awlaad, yang dapat mencetak keturunan generasi kebangaan Islam. Mereka juga merupakan sosok da’iyah yang tak pernah berhenti dari da’wah ilaLlah, yang senantiasa mengadakan pendekatan ke ummat. Maka di manakah lagi bisa kita temukan profil atau sosok wanita yang lebih baik dari yang demikian itu?

Fenomena Muslimah Hari Ini

Jika melihat sosok sahabiyah di atas, kemudian di bandingkan dengan sosok wanita islam hari ini, maka secara jujur terlihat suatu rentangan yang amat jauh.

Memang banyak muslimah di dalam masyarakat yang telah menyadari fungsi, hak , kewajiban, dan peranan mereka dalam islam. Tetapi ternyata lebih banyak lagi yang belum menyadari atau bahkan melarikan diri dari hal tersebut. Ini suatu realita yang tak dapat kita sangkal.

Dalam buku Petunjuk Jalan Hidup Wanita Islam ditulis oleh beberapa ulama pada Pusat Studi dan Penelitian Islam Mesir, wanita-wanita yang mengaku beragama islam di dunia ini dibagi ke dalam beberapa golongan.

Pertama, wanita Islam yang bingung. Wanita seperti dibesarkan dalam alam tradisional sehingga ia harus menghormati adat istiadat dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan adat tersebut.

Wanita jenis ini tidak selamanya dibesarkan diantara kaum yang tidak menyukai Islam, malah ia di besarkan dalam suatu masyarakat yang berpegang teguh pada agama, memelihara beberapa syariat, menunaikan berbagai ibadah, yang dilakukan sematamata hanya karena menghormati kehendak orang tuanya. Patuh kepada tradisi nenek moyangnya, disebabkan karena kurangnya pendidikan agama dan tidak adanya bimbingan yang baik dan benar.

Wanita seperti ini biasanya tidak akan mampu melawan arus globalisasi jahiliyyah yang kini melanda dunia. Ia merupakan pemahaman, dan daya tanggapnya lemah. Malah kosong sama sekali.

Kedua, wanita islam yang tidak stabil. Wanita jenis ini senantiasa berada dalam pergolakan yang sengit antara barbagai daya tarik duniawi yang beragam, propaganda modernisasi yang salah kaprah dan antara apa yang dikenal dan dipelajarinya dalam Islam. Wanita seperti ini biasanya akan goyang imannya bila keimanan ukhrawinya terbentur dengan gemerlapnya dunia.

Wanita jenis ini nantinya menapakkan satu kakinya di jalur islam dan kaki yang lain di jalur yang lain pula. Ia kemungkinan besar akan terkena murka Allah. Meraka tak mau masuk islam secara kaffah. Mereka , karena sikap tak stabil ini hanya menyembah, beribadah pada Allah ‘ditepi-tepi saja’ (QS 22:22)

Ketiga, wanita islam yang hijrah. Wanita seperti ini dibesarkan dalam alam atau lingkungan yang tak mengenal islam. Seperti mereka yang hidup di Eropa, Amerika dan semacamnya. Mereka banyak menemui kesulitan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Hidup dalam masyarakat asing yang moralnya rendah itu, membuatnya banyak menghadapi kendala dan dosa. Karena itu perlu mendapat gemblengan keyakinan yang lebih mendalam terhadap ajaran islam yang universal dan sabar dalam menghadapi resiko kebenaran yang disandangnya.

Keempat , wanita islam barat minded minded. Ia banyak tertipu karena kekagumannya terhadap barat. Ia tak segan-segan berkiblat ke barat dalam segala hal. Meskipun ia beragama islam, tetapi ia memandang Islam sebagai suatu sistem yang kolot dan mengikatnya. Ia ingin lepas dan bebas, sebebas-bebasnya seperti wanita di barat. Ia tidak mau menerima ‘ metoda langit’ , syariat Allah yang diturunkan padanya karena menganggap bukan masanya untuk seperti itu lagi. Ia tertipu kata-kata modern yang kerap di ucapkan kepadanya. Fikriyah (pemikiran), ruhaniyah(rohani), dan jasadiyah (tubuh) telah menjadi barat.

Kelima, wanita islam sejati sejati. Ia sosok muslimah yang berupaya melaksanakan Islam secara Kaffah (keseluruhan). Ia solihat, qanitat (taat), hafizhot (dapat menjaga diri). Ia selalu menapak tilas pada pribafdi muslimah sejati di masa Rasulullah dan sesudahnya, tanpa kehilangan karakteristiknya sendiri. Ia taat pada Allah dan RasulNya atas segala seruan. Ia Al Hijrah ijrah Edisi 35/ Tahun V, September 2006 7 berdaya guna bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sektarnya dan ummat. Ia tak pernah berhenti berzikir dan berpikir. Ruhani, jasad dan pikirannya telah tercelup dalam sibghatullah ( Qs. 2:138). Ia teguh dan istiqomah di jalan Allah walau apapun yang terjadi, baginya keridhaan Allah atas dirinya dan segalanya.

Demikianlah lima tipe wanita Islam pada hari ini. Mungkin dengan ini kita wanita muslimah dapat memperkirakan di mana kita berada. Sudahkan kita menjadi muslimah yang baik, yang sejati? Ataukah kita hanya sekedar ‘benda’ yang menjadi obyek bulanbulanan musuh-musuh Allah?

Konspirasi dan Globalisasi Nilai-Nilai Jahiliyah Menghantam Wanita Islam

Sesungguhnya Maha Benar Allah yang dengan tegas bersabda dalam Al- Qur’an bahwa musuh-musuh Islam akan selalu berupaya dengan berbagai cara agar kita mengikuti millah (sistem hidup) mereka, hingga mereka ridha (QS Al-Baqarah: 120), dan mereka akan selalu memerangi Islam dan segala yang berbau Islam, kalau dapat memurtadkan kita dari Islam (QS 2: 217 dan 85: 8). Sungguh Maha Benar Allah.

Sesungguhnya fenomena muslimah hari ini (kebanyakan telah menyimpang jauh dari Allah dan RasuINya), dan kehilangan jati dirinya sebagai muslimah adalah hasil dari rekayasa mereka yang menghendaki ajaran Islam itu kabur, sulit difahami dan terkesan kolot (terbelakang) serta menghambat kemajuan.

Para musuh Allah ini telah mengangkat isu-isu hak asasi, kebebasan, emansipasi, dan modernisasi untuk menghantam para muslimah. Padahal itu semua mereka lancarkan untuk kehancuran moralitas wanita secara umum dan muslimah secara khusus. Segala media dikerahkan, segala daya dicurahkan agar isu-isu ini termakan oleh para muslimah.

Para muslimah dicekoki dengan warna mereka (baca: Barat, Yahudi, materialis, liberalis dan semacamnya). Para intelektual Barat dikerahkan untuk mengangkat isu-isu tersebut dengan menjelek-jelekkan dan menghujat Islam.

Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami adalah orangorang yang ingin mengadakan perbaikan.’ Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orangorang yang berbuat kerusakan di muka bumi, tetapi mereka tiada sadar.” (QS 2: 11-12) Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut mereka. Dan Allah telah menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orangorang kafir benci (QS 61: 8)

Untuk mendukung semua itu merekapun merekayasa, para ‘cendekiawan muslim’ yang lemah iman untuk mendukung program mereka dan menimbulkan keraguraguan ummat.

Para wanita yang dalam Islam sangat dihormati dan dimuliakan digugat. Aturan-aturan Islam yang tinggi dan sempurna dituding sebagai biang keladi ‘terbelakangnya’ para wanita Islam. Musuh-musuh Allah yang lantang meneriakkan isu hak asasi, kebebasan, modernisasi, dan persamaan inipun menyerang masalah poligami,hak menthalaq, hak warisan, masalah hijab, dan sebagainya sebagai hal-hal yang melemahkan Islam. Islam dikatakan telah merendahkan harkat dan martabat wanita, sedang Barat lah yang mengangkat dan memuliakannya. Dan hal ini terus didengungdengungkan

ke seantero dunia dengan modal kekayaan dan kecanggihan media informasi mereka. Kemudian banyak wanita Islam yang terpengaruh dengan isu-isu yang mereka angkat serta public opinion yang mereka bentuk. Para wanita Islam beramai-ramai berusaha keluar dari lingkaran Islam. Tak lagi berpikir, bagaimana menjadi muslimah sejati.

Setelah itu apa yang terjadi? Orangorang yang menawarkan persamaan, hak asasi, kebebasan dan modernisasi pada akhirnya toh hanya menyeret kaum wanita Islam kepada kemaksiatan sebagaimana mereka telah menceburkan kaum wanita mereka sendiri ke arah itu. Para wanita Islam kini dengan ‘sukacita’ melakukan prostitusi, kumpul kebo, lesbianisasi, aborsi, dan semacamnya. Melepas jilbab dan memamerkan aurat mereka di koran, majalah, televisi atau di trotoar jalan. Mereka bangga atas pengeksploitasian tubuh mereka itu. Dengan dalih isu-isu itu tadi, para wanita kerap keluar dari ikatan agama dan susila. Mereka pun lantang menyerukan hak-hak wanita dalam gerakan feminisme yang menipu. Musuh-musuh Islam telah menancapkan taring-taring mereka kepada Islam melalui kaum wanitanya sebagai sarana yang paling ampuh.

Untuk menghancurkan Islam, mereka menghancurkan dahulu para wanita, para muslimah, para ‘tiang’ tadi. Maka kini terlihat kerusakan bukan saja pada kaum wanita, tetapi kerusakan moral ummat pun telah terasa.

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Mereka tak lain hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka tak lain hanya berdusta ke ada Allah. (QS2:116)

Pada dasarnya program mereka memang bukan agar kita berpindah agama, tetapi cukup ‘memurtadkan’  dengan mengikuti pola kehidupan mereka dan meninggalkan Islam dengan cara yang demikian itu.

Bila ada seseorang yang mengikuti gaya (hidup) suatu kaum yang lain, maka ia termasuk golongan kaum itu. (Al-Hadist)

Kembali Kepada Fitrah

Satu-satunya cara menuju profil muslimah sejati harus kembali kepada fitrah, kepada Al-Islam secara utuh (QS Al-Baqarah: 208). Wanita Islam harus kembali kepada fungsi dan tidak mengabaikan begitu saja peran besar sebagai seorang hamba Allah, sebagai seorang istri, sebagai ibu, sebagai warga masyarakat, dan sebagai da’iyyah. Wanita Islam harus kembali menghidupkan sosok muslimahmuslimah sejati di zaman Rasulullah dalam diri kita. Menjadikannya sebagai teladan kita.

Di samping itu juga harus memperteguh keIslaman dan membentengi diri dari serangan yang dilancarkan musuh Allah lewat berbagai kedok dan tipu muslihatnya. Dengan keIslaman yang teguh dan ketaqwaan kepada Allah, dengan berusaha secara sungguhsungguh men capai profil muslimah sejati maka akan dapat melihat jelas segala tipu daya mereka.Akhimya wanita Islam akan mempunyai furqan.

Sesungguhnya jalan kepada pembentukan pribadi muslimah sejati bukanlah jalan yang mulus dan indah. Tetapi jalan yang penuh pendakian dan rintangan. Jalan yang penuh onak dan duri. Jalan melawan arus globalisasi jahiliyah. Hendaknya kita fahami betul hal ini.

Seorang muslimah menjadikan muslimah di zaman Rasulullah SAW sebagai cermin dan qudwah kita.

sumber ; dtjakarta.or.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: