Warta Sinar Indonesia Group – Mediatama Bintang Lima Group

Lala membuka jendela kamarnya lebar-lebar. Sinar mentari pagi menorobos masuk ke seluruh sudut kamarnya. Pagi ini nampak lebih cerah dari hari biasanya. Karena kini di tempat tinggalnya di pelosok hutan Kalimantan Barat ini telah berdiri sebuah taman bacaan. Taman bacaan yang menjadi sarana untuk sekedar mengintip dunia bagi anak-anak dari dusun Entinap, Desa Sungai Laur, Kalbar, melalui buku-buku bekas yang dikirimkan oleh berbagai donatur / penyumbang buku.

1306149160314021639

Taman Bacaan Permata Hati begitu nama taman belajar bagi anak-anak dusun ini, bukan terlahir dari sebuah program CSR sebuah perusahaan, melainkan lahir dari ‘tangan mungil’ seorang perempuan muda pengembang masyarakat. Diana Tumimomor, atau yang akrab dipanggil Ian, kini telah mendirikan tama bacaan di empat desa lainnya di sekitar tempat ia bekerja, yaitu di Dusun Semapau Hulu, Dusun Semapau Kuala, Desa Suka Ramai, dan Desa Lanjut Mekarsari.

1306137081717180148Ketiadaan platform community development atau CSR yang jelas dari perusahaan tempatnya bekerja, tidak menghalanginya untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat, terutama bagi mereka-mereka yang memiliki keterbatasan. Dalam hal ini tentu saja keterbatasan akses informasi dan pengetahuan.

Diawali dari ‘wara-wiri’-nya di dusun dan desa-desa Sungai Laur, Suka Ramai, dan Lanjut Mekarsari, Ian merasa tergerak hatinya melihat anak-anak yang memiliki antusiasme belajar yang tinggi namun sangat terbatasi oleh fasilitas yang ada. Hingga suatu saat Ian melihat ada sebuah rumah warga dusun yang kosong, untuk kemudian ia meminta izin mendirikan sebuah taman bacaan yang nantinya bisa berguna sebagai jendela pengetahuan yang lebih luas bagi anak-anak dusun pedalaman tersebut.

Keakrabannya dengan anak-anak bukan baru dimulai sejak berdirinya taman bacaan tersebut, tapi sudah dirintis sejak Ian rajin mengunjungi Sekolah Minggu dan TPA (Taman Pengajian Al Qur’an). Perbedaan agama bukan masalah bagi Ian mengunjungi dua rumah ibadah tempat dilangsungkannya kegiatan tersebut. Baginya di Sekolah Minggu, yang diselenggarakan di gereja, ia bisa turut sukarela membantu mengajar anak-anak. Lalu di TPA masjid, Ian dengan sukarela mengajarkan Bahasa Inggris bagi anak-anak dusun.

13061377292037515507

Dengan mengajak partisipasi anak-anak dan warga dusun, Ian bergerak membersihkan dan merenovasi ulang bangunan kayu yang sedianya akan dijadikan taman bacaan tersebut.

13061373271534830356

13061376911760386315

Bagi Ian, semprotan parfum paris dan gemerlap mall di kota besar tidak lantas melemahkannya untuk berjuang demi apa yang diyakininya. Terlahir dari orang tua yang memiliki empati yang sangat besar terhadap sesama dan lingkungan, Ian terbiasa untuk selalu mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Ayahnya adalah seorang specialist di bidang community development yang telah berkecimpung di berbagai daerah di Indonesia, hutan, daerah rawan konflik, dalam dan luar negeri. Ian lebih merasa nyaman hidup di remote area seperti ini, berkubang lumpur dengan warga desa dan bercengkrama dengan orang utan. Bahkan Ian merasa hewan-hewan ini lebih terhormat dibanding anggota dewan… :)

Membuka jendela mungil di pelosok dusun terpencil adalah sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan, bagi perempuan ini. Hingga ‘jendela mungil’ tersebut menjadi sebuah kekuatan pendobrak kebodohan layaknya the power of book.

Dengan keberhasilannya ini, perusahaan di mana Ian bekerja kini sangat mendukung pendirian taman bacaan di seluruh site tempat beroperasinya perusahaan, yang tersebar di berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang Taman Bacaan Permata Hati dapat mengunjunginya di Facebook, atau bisa juga lihat di sini

1306137760824399457

Melatih kepercayaan diri anak-anak dusun.

1306137859956944719

Antusiasme anak-anak dusun kepada buku bacaan

13061378892036065820

Lala semakin lancar membaca

*.*(Kompasiana/Kompas.com/Erri Subakti)

%d blogger menyukai ini: