Warta Sinar Indonesia Group – Mediatama Bintang Lima Group

Tokoh Agama Wajib Fokus Selamatkan Umat

1299561320672540977

Didalam Undang-undang Dasar 1945 tertera sebuah pasal tentang hak warga negara Indonesia di jamin dalam penganutannya pada  agama dan kepercayaan yang dianut, selain itu negara juga menjamin hak warga negara Indonesia untuk melaksanakan ibadahnya menurut agama dan kepercayaannya yang dianut atas dasar keyakinannya yang tidak menyimpang dari ajaran Agama dan UUD 1945 serta Pancasila.

Sesungguhnya kekuatan dan pertahanan dalam ajaran pada setiap Agama yang ada di Indonesia lebih cenderung kepada ajaran kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari menuju kehidupan akhir. Ajaran setiap agama yang terdapat di negeri ini banyak memberikan inspirasi untuk dapat diamalkan setiap penganutnya. Ajaran agama bisa menjadi benteng hidup dan benteng dalam menghadapi krisi hati. Terlebih pada kondisi saat ini.

Agama yang terdapat di dunia ini pada umumnya juga bisa menjadi sebuah kekuatan untuk mendukung kebersamaan dalam bertoleransi pada kehidupan sehari-hari. Agama mengajarkan umatnya untuk berbuat kebaikan dari semua sisi kehidupan tanpa menghilangkan arti dan makna dalam ajaran agama yang dianut. Tentunya Agama tetap mengarah pada kepercayaan dan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai fokus tunggal umat manusia menuju kebenaran.

12995609581589866884

Dalam hal ini peran penting para tokoh-tokoh agama sangat dibutuhkan sebagai sarana media menguat keyakinan para penganut agama yang dianutnya. Peran tokoh agama setiap agama yang ada di Indonesia pada khususnya memiliki tanggung jawab besar dalam menguatkan ajarannya kepada umat. Maka dengan demikian para tokoh agama lebih baik terpokus kepada pengajaran dan penyelamatan umat. Umat setiap agama sangat butuh banyak pencerahan hati, jiwa dan raga sebagai penguatan dan pertahanan diri dalam menahan hawa nafsu. Maka dengan itu pula sangat naif bila banyak tokoh agama lebih mementingkan diri sendiri ketimbang penyelamatan umatnya.

Di zaman sekarang ini banyak sudah para tokoh agama mulai menyimpang dari visi dan misinya dalam tanggung jawabnya kepada umat. Banyak para tokoh agama mulai lebih suka mencari sensai dan ketenaran. Dan tidak sedikit para tokoh agama terlibat di dunia politik, selebritis bahkan bermain dalam penggalangan masa yang embel-embelnya untuk pengajaran agama dan akhirnya setelah banyak masa atau pengikutnya baru mulai ketahuan belangnya. Terutama untuk kekuatan bermain di politik dan tidak jarang pula kekuatan masa atau pengikutnya menjadi komoditi besnis menjualan masa kepada tokoh politik maupun partai. Disinilah banyak sering terjadi kegesekan antar umat beragama satu dengan lainnya yang akhirnya terjadi banyak pertumpah darah di setiap pergesekan. Sungguh malang nasib umat bila terus menerus para tokoh agama lupa dan sengaja meninggalkan tanggung jawabnya kepada umat dalam ajaran agama.

12995612331574731699

Kalau hal tersebut terus menerus terjadi di negeri ini maka sudah pasti kerukunan beragama tidak ada lagi, pasalnya para tokoh agama lebih suka mementingkan diri sendiri dan ketenaran serta kedudukan. Selain itu sudah tidak ada artinya lagi slogan dan semboyang serta makna Pancasila dan UUD 1945 bagi persatuan bangsa, termasuk sudah tidak adalagi nilai-nilai suci kalimat setiap kitab di setiap agama di negeri ini.

Jadi jelaslah sudah bahwa tokoh-tokoh agama adalah tiang penguat keyakinan pada ajaran agama bagi para umat. Para tokoh agama adalah roh penyelamat kebenaran dalam kehidupan umat di dunia dan di akhir zaman nantinya. Memang berat tugas dan tanggung jawab para tokoh agama demi umatnya, tapi semua itu sudah pasti akan mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan Yang Maha Esa. Tidaklah mungkin Tuhan akan memberikan kelaparan dan kemiskinan bagi para tohoh agama yang benar ingin membawa umatnya kejalan Tuhan. Tuhan tidak pernah berhenti memberikan banyak rizki kepada umat manusia, setiap detik rizki itu turun untuk umat manusia, asal umat manusia itu sendiri mau menjalankan perintah dan tanggung jawabnya sebagai fitrahnya manusia kepada Tuhannya.

Semoga atikel ini bermanfaat bagi kita semua sebagai umat manusia yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun kebenaran dalam artikel ini adalah semata-mata atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kepada kita semua, dan bila ada kekurangan, kealfaan dalam artikel ini adalah semata-mata kesalahan dan kekurangan yang datangnya dari diri saya sebagai penulis.

Atas semua dukungannya, saran dan kritik membangun demi semakin matangnya setiap karya dan tulisan saya selama ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pembaca Kompas.com, Kompasiana.com dan harian Kompas di seluruh Indonesia.

Sumber : Syaifud Adidharta | Rohmat Syaifudin | Mad Bhonding Chahuy | Kopasiana.com |

%d blogger menyukai ini: