Warta Sinar Indonesia Group – Mediatama Bintang Lima Group

Timnas Indonesia Harus Lebih Banyak Belajar Dari Kekurangannya, Juga PSSI Harus Introfeksi Diri !

oleh : Syaifud Adidharta | Mad Bhondink Chahuy | Janur Kuning | Rohmat Syaifudin | Warsindo.news |
Dari setiap penampilan Timnas Indonesia Piala AFF Suzuki Cup 2010, Timnas Indonesia sudah menunjukan performannya yang terbaik. Dari babak penyisihan juara group sampai dengan langkahnya di semi final leg 1 – 2 menuju final juga sudah sangat baik.

Namun langkah itu belum juga cukup untuk modal menjadi juara di piala AFF Suzuki Cup 2010 ini, hal ini banyak sekali ujian dan cobaan Timnas Indonesia, yaitu banyak pihak-pihak yang mencari kepentingan atas kesuksesan Timnas Indonesia untuk berlaga di Final Leg Pertama piala AFF Suzuki Cup 2010 di Malaysia Stadion Bukit Jalil. :

1. Tmnas Indonesia banyak sekali acara undangan yang tidak perlu, salah satunya undangan dari tokoh politik Partai Golkan, Faizal Bakrie, dan belum lagi undangan tabliq akbar yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi keagamaan. Seharusnya Timnas Indonesia harus lebih konsentrasi untuk menghadapi final leg pertamanya di Malaysia.
2. Terlalu eporia dengan banyaknya sanjungan dari berbagai pihak termasuk media.
3. Kurang disiplinnya para pemain Timnas itu sendiri.
4. PSSI yang tidak profesional menangani dan melayani para sporter Indonesia yang ingin menyaksikan babak final leg ke 2 di Glora Bung Karno – Senayan Jakarta.
5. PSSI terlalu terlena dengan keberhasilan Timnas Indonesia yang lolos di babak semi final, dan PSSI telah banyak kesalahan besar atas semua tanggung jawabnya, terlebih dengan penjualan tiket yang terbilang lebih mengutamakan cari keuntungan sepihak, yaitu mengulur-ulur penjualan tiket sehingga tidak heran banyak calon penonton sepakbola pendukung timnas kecewa yang akhirnya menjadi brutal. PSSI sangat memalukan, dan janji-janjinya tidak tetap untuk memperbaiki kekurangannya, khususnya dalam pelayanan penjualan tiket pertandingan final leg ke 2 piala AFF Suzuki 2010 saat itu.

Dari ke 5 garis besar yang tersebut di atas tadi akhirnya membuat Timnas Indonesia terlena dan lupa akan tanggung jawabnya untuk menunjukan prestasinya.

Akhirnya pada saat pertandingan final leg ke 1 di Malaysia, tepatnya di stadion Bukit Jalil, Timnas Indonesia harus puas menelan kekalahan telak 3 – 0 dari Timnas Malaysia.

Memang sebelumnya Timnas Indonesia mendapat perlakuan tidak baik dari para sporter Malaysia dengan tindakkan ganguan sinar laser dan petasan yang di ledakan jatuh di tengah-tengah lapangan. Namun hal ini seharusnya tidak membuat timnas Indonesia mengendor, tetapi kenyataannya Timnas Indonesia jatuh mentalnya yang akhirnya Timnas Malaysia dengan mudah mengarahkan bola ke gawang Markus bertubi-tubi. Tapi biar bagaimana juga kita akui Timnas Malaysia sangat baik dalam pertandingan, dan Timnas Indonesia harus belajar banyak lagi.

******
Tepat tanggal 29 Desember 2010 Final leg ke 2 piala AFF Suzuki 2010 di selenggarakan di Indonesia di Stadion Glora Bung Karno Jakarta.

Kali ini Timnas Indonesia mendapat angin segar untuk bisa bangkit dari kekalahan 3 – 0 atas Timnas Malaysia di final leg pertama beberapa hari lalu di Malaysia. Timnas Indonesia sebenarnya banyak peluang untuk membalas kekalahannya, yaitu Timnas Indonesia bermain di kandang sendiri dengan ratusan ribu sporter yang mendukungnnya saat itu, serta dukungan jutaan rakyat Indonesia.

Namun sayang ternyata Timnas Indonesia belum mendapatkan takdir positifnya untuk menjadi juara piala AFF Suzuki Cup 2010. Memang Indonesia berhasil menang tipis atas Timnas Malaysia dengan skor 2 – 1. Akan tetapi skor ini tidak menjamin Timnas Indonesia Juara. Timnas Indonesia kalah point dengan Timnas Malaysia yaitu 4 untuk Malaysia dan 2 untuk Timnas Indonesia.

Namun hal ini bukan berarti Timnas Indonesia tidak menunjukan performannya. Timnas Indonesia sudah sangat baik dalam penampilan dan perjuangannya. Karna dari babak pertama sampai dengan berakhirnya babak ke dua, Timnas Indonesia tidak mengendor dengan serangan dan taktiknya menyerang ke gawang Malaysia. Akan tetapi taqdir belum berpihak ke Timnas Indonesia, yang akhirnya Timnas Indonesia harus puas dengan kemenangan tipis yang diraihnya. Dan Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia atas Juara Utama piala AFF Suzuki Cup 2010 yang di raih Malaysia.

Dari sinilah kembali Timnas Indonesia harus belajar dari kekalahan dan kekurangannya, termasuk PSSI juga harus introfeksi diri atas kinerjanya. Yang harus menjadi cacatan untuk PSSI adalah :

1. Pengkaderan dan pembinaan Timnas Indonesia jangan sampai putus atau berhenti di tengah jalan.
2. PSSI harus ada perombakan pengurus yang independen, jujur, tekun, ulet, cerdas, tangkas, kreatif dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setiap individu pengurus PSSI punya misi dan visa yang sama untuk memajukan persepakbolaan nasional Indonesia.
4. Setiap individu pengurus dari jajaran atas sampai bawah baik pusat dan daerah tidak memiliki kasus kriminalitas apapun, termasuk kasus koruptor !
5. PSSI jangan dijadikan ajang mencari kekuasaan dan jabatan untuk semua pihak, termasuk para pengurusnya, baik tingkat pusat maupun daerah.

********

%d blogger menyukai ini: